MULAI DESEMBER 2019, STASIUN BARAT GANTI NAMA MENJADI STASIUN MAGETAN


Bertempat di Ruang VP Daop 7 Madiun, Bupati Magetan, H. Suprawoto didampingi Kadishub Magetan, Joko Trihono dan jajaran datang berkunjung ke Kantor Daop 7 Madiun. Kunjungan Bupati beserta rombongan diterima langsung oleh VP 7 Mn yang didampingi Man Humas, Man Pam Obvit dan Aset, Man Bangdis dan JM Angbar.


Vp 7 Madiun menyampaikan kepada Bupati Magetan bahwasanya usulan terkait pergantian nama Stasiun Barat telah disetujui menjadi Stasiun Magetan mulai 1 Desember 2019. Seiring dengan meningkatnya okupansi di Stasiun Barat, diharapkan perubahan nama stasiun tersebut dapat berdampak positif meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya . Lebih lanjut, VP 7 Madiun berharap sinergi antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan  Pemerintah Kabupaten Magetan menguat serta komunikasi terjalin dengan baik dan dapat saling mendukung satu sama lain.


Atas diterimanya usulan terkait Stasiun Barat dan diberikannya nama Stasiun Magetan serta dukungan dari PT KAI Daop 7, Bupati Magetan menyampaikan terima kasih. “Saya berharap Kabupaten Magetan dan PT KAI Daop 7 dapat terus bersinergi lebih baik kedepannya untuk memajukan wilayah disekitar Stasiun Magetan”, pungkas Suprawoto.


Dengan perubahan tersebut frekwensi KA yang akan berhenti dan berangkat dari stasiun Magetan semakin banyak. Sebagai tindak lanjut dari perubahan ini rencananya stasiun Barat akan dimasukan kedalam GPKA ( Grafik Perjalanan Kereta Api )tahun 2019 Desember nanti dengan nama baru Stasiun Magetan.( Humas dan Protokol)

PEMKAB SOSIALISASKSN PERMENDAGRI NO 33 TAHUN 2019

Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd membuka acara Sosialisasi Permendagri nomor 33 tahun 2019 tentang Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2020 di ruang pertemuan hotel Bukit Bintang, Kamis (18/7/2019). Acara tersebut dihadiri oleh kepala BPPKAD, narasumber dari ditjen bina keuangan daerah perencanaan anggara daerah , Sekretsris daerah kabupaten magetan dan team anggaran pemerintah daerah (TPAD).


Dalam sambutannya Wakil Bupati Nanik menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki makna strategis dalam kerangka penyusunan perencanaan untuk tahun anggran 2020, dalam mewujudkan kepemimpinan yang bersih dan berwibawa.


” Saya berharap melalui sosialisasi peraturan dalam negeri nomor 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2020 dapat memperoleh pemahaman yang mendalam menuju terwujudnya tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah kususnya penyusunan APBD kabupaten Magetan tahun anggaran 2020 ” jelas Wakil Bupati Nanik. (Humasprotokol)

MAGETAN KEMBANGKAN PRODUK KERAJINAN KULIT KELINCI


Magetan sejak dulu terkenal sebagai sentra pengolahan kulit. Juga dikenal dengan makanan khas kelinci. Nah, kulit kelinci yang semula tidak terpakai menjadi terobosan untuk diolah menjadi berbagai kerajinan kulit.


Dengan menggandeng Politeknik ATK Yogyakarta digelar Pelatihan Pembuatan Produk Kerajinan Berbahan Dasar Kulit Kelinci. Pelatihan tersebut dilaksanakan 15-18 Juli 2018 di LIK Magetan. Para peserta diberikan pelatihan untuk membuat produk sandal berbahan kulit kelinci.


Bupati Suprawoto menyampaikan bahwa Magetan memiliki potensi kulit yang besar. Impian mewujudkan Magetan menjadi kota wisata, menjadi angin segar bagi geliat industri di Magetan. Kesempatan emas itu harus dimanfaatkan untuk membuat inovasi produk yang bernilai jual tinggi. Produk kulit kelinci salah satunya, memiliki keunikan tersendiri. Dengan inovasi desain yang menarik tentu akan membuat orang melirik untuk memilikinya.


Oleh karena itu Bupati Suprawoto berpesan kepada peserta pelatihan untuk belajar secara maksimal. Suatu saat para peserta mungkin akan menjadi “pioner enterpreneur” atau pengusaha kerajinan kulit Kelinci. (Humasprotokol

TELAGA SARANGAN AKAN JADI HABITAT IKAN DEWA


Sektor pariwisata digadang-gadang menjadi sektor pengungkit di Magetan. Dan Sarangan sebagai destinasi unggulan terus dicari terobosan untuk pengembangannya. Baik dari fasilitas maupun inovasi baru untuk lebih menambah daya tarik Sarangan bagi wisatawan.


Salah satu upayanya Pemkab menggandeng Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPRSDM KKP) untuk mengembangbiakkan ikan Dewa di telaga Sarangan. Terobosan tersebut dibahas bersama dalam audiensi santai di ruang Jamuan pada Senin (15/7/2019).


Agus Cahyadi, Kabid Perikanan Budidaya BPRSDM KKP menjelaskan Sarangan sangat cocok untuk budidaya ikan Dewa. Selain untuk menambah daya tarik wisata tetapi juga untuk fungsi konservasi karena ikan Dewa adalah spesies asli Indonesia yang hampir punah. Masih sedikitnya daerah yang membudidayakan tentunya akan menjadi nilai plus bagi Sarangan.


Bupati Suprawoto menyambut baik terobosan tersebut. Senyampang hal tersebut berdampak positif dan meningkatkan daya tarik wisata di Magetan. Oleh karena itu segenap OPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Peternakan untuk menindaklanjuti terobosan tersebut. (Humasprotokol

“BUNDA KASIH”, BANTU LANSIA DI USIA SENJA

Tidak ada yang pernah mengingkan ketika memasuki usia senja harus bergelut dengan kesendirian, keterbatasan ekonomi serta hidup kesusahan.


Masih banyak dari mereka yang harus berjuang hidup di sisa usianya. Bahkan hanya untuk bertahan hidup pun mereka terkadang harus berjuang keras ditengah keterbatasan fisik mereka yang sudah mulai melemah. Mereka yang harusnya beristirahat dan lebih memfokuskan untuk mendekatkan diri ke pada sang kholiq ternyata masih saja terbebani dengan kondisi ekonomi.


Oleh karena itulah dibutuhkan kepedulian masyarakat di lingkungan maupun pemerintah. Berawal dari realita diatas Bupati Suprawoto mempunyai gagasan dan ide untuk membantu mengurangi beban mereka. Melalui program Bunda Kasih, Bupati mengajak warga Magetan untuk lebih peduli pada mereka. Kaum lansia yang karena keadaan harus hidup sendiri dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Program Bunda Kasih yang akan di launcing beberapa bulan kedepan merupakan upaya kepedulian pemerintah dan sebagai bentuk penghormatan bagi kaum lansia. Disamping sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama, program Bunda Kasih juga sebagai bagian pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan. (Humasprotokol)

PEMKAB GELAR PEMBEKALAN KEPALA DESA


Jelang pelaksanaan Pilkades serentak, Pemkab Magetan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permasdes) terus melakukan persiapan. Seperti yang dilaksanakan hari ini Senin (15/7/2019), Dinas Permasdes menggelar Pembekalan Kepala Desa dalam rangka Pelaksanaan Pilkades Serentak 2019. Acara dilaksanakan di ruang rapat Hotel Bukit Bintang selama dua hari 15-16 April 2019.


Kepala Dinas Permasdes Magetan, Drs. Iswahyudi Yulianto M.Si menuturkan Pembekalan ditujukan kepada kepala desa, BPD, FORKOPIMCA, Babinsa dan Babinkamtibmas agar terwujud sinkronisasi elemen dalam pelaksanaan Pilkades nanti.
Bupati Suprawoto menyampaikan Pilkades di Magetan akan dilakukan secara serentak, pemungutan suara di 184 desa dilakukan pada hari yang sama. Untuk itu agar Magetan tetap bisa melakukan Pilkades secara serentak tetapi dapat mewujudkan upaya menjadi yang terdepan, maka tetap ada desa yang pemungutan suaranya e-voting. Dari 184 desa, yang Pilkadesnya akan dilakukan secara e-voting adalah 18 desa. Dipilih desa yang memiliki penduduk terbanyak di masing-masing kecamatan. Sedangkan desa yang lain tetap melakukan Pilkades secara manual.


” Pelaksanaan Pilkades di Magetan memiliki target sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Jadi tidak hanya sukses dalam pelaksanaan sehingga menjadi prestasi tersendiri bagi Magetan, tetapi kesuksesan tersebut menjadikan Magetan sebagai rujukan studi banding pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting. Sehingga hal tersebut akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat karena pasti akan banyak orang berkunjung ke Magetan “, tutur Bupati Suprawoto.


Oleh karena itu Bupati Suprawoto mengajak seluruh pihak untuk optimis dan bertekad mensukseskan pelaksanaan Pilkades serentak di Magetan. (Humasprotokol

KEMBANGKAN POTENSI, PEMKAB JAJAGI KERJASAMA DENGAN DOMPET DUAFA


Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Magetan, Pemerintah melakukan berbagai upaya salah satunya mengajak pihak swasta untuk ikut dalam pengembangan potensi potensi yang da Di Kabupaten Magetan. Salah satunya adalah DOMPET DUAFA lembaga sosial yang konsen dalam pengentasan kemiskinan yang pendirian di inisiatori oleh Mantan Kepala RRI, Parni Hadi direncanakan akan mendirikan Gerai Kesehatan di Kecamatan Lembeyan.

Untuk itu bertempat di ruang kerja Bupati Magetan sejumlah pimpinan Dompet Duafa diantaranya Branch Manager Dompet Duafa Kholiq, dr. Hery Ketua Gerai Sehat Dompet Duafa,dan perwakilan Dompet Duafa Madiun Ibu Endang beraudensi langsung dengan Bupati Magetan Bpk Dr. Drs Suprawoto, MM berbagai potensi yang ada di coba digali untuk dikembangkan dengan kerjasama yang akan dilakukan oleh Pemkab Magetan dengan Dompet Duafa.


Branch Manager Dompet Duafa Kholiq berharap dengan kerjasama ini bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat Magetan.(Humas Protokol)

PEMKAB GELAR PELAYANAN KB MOW dan MOP


Sebagai salah satu upaya pengendalian jumlah penduduk, Pemkab Magetan bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan KODIM 0804 menggelar Bhakti Sosial Pelayanan KB Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP). Acara yang dilaksanakan selama rangkaian Hari Keluarga Nasional ke 26 tersebut diselenggarakan di RSUD dr. Sayyidiman, Sabtu (13/7/2019).


Animo warga Magetan untuk mengikuti kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Tercatat 330 orang mengikuti kegiatan tersebut dengan rincian 307 peserta MOW dan 27 peserta MOP.


Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) kabupaten Magetan, Kustini menuturkan kegiatan tersebut merupakan kerjasama berbagai pihak untuk memberikan pelayanan KB MOP dan MOP. Kegiatan tersebut akan sangat membantu masyarakat Magetan melaksanakan KB, karena jika dilakukan secara mandiri tentu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Kustini menyampaikan biaya Mandiri KB MOP dan MOW di dokter praktek swasta antara 3 – 5 juta.


Bupati Suprawoto menyampaikan laju pertambahan penduduk jika tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai permasalahan. Masalah pangan, kesenjangan sosial, pendidikan, tingginya kriminalitas dsb. Oleh karena itu perlu kesadaran untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Magetan. (Humasprotokol)

FESTIVAL PANGANAN LOKAL 2019, AJANG KREATIVITAS OLAH BAHAN PANGAN LOKAL


Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia secara umum, menjadi sumber karbohidrat utama bagi tubuh. Seiring makin pesatnya pertambahan penduduk, makin tinggi pula kebutuhan beras. Padahal masih banyak sumber pangan lain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras seperti umbi-umbian, jagung dan biji-bijian.


Oleh karena itulah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Tanaman Pangan (DTPHPKP) bersama Tim Penggerak PKK kabupaten Magetan menggelar Festival Panganan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman. Acara dilaksanakan di Pendopo Surya Graha, Sabtu (13/7/2019).


Kepala DTPHPKP kabupaten Magetan, Edy Suseno menyampaikan festival tersebut sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada beras serta memperkaya keanekaragaman makanan lokal. Selain itu hal tersebut bisa memberdayakan ibu rumah tangga untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan untuk keluarga. Pun olah makanan tersebut bisa menjadi peluang usaha untuk menopang perekonomian keluarga.
Bupati Suprawoto menyambut positif festival Panganan Lokal tersebut. Menjadi ajang kreatifitas olah bahan makanan lokal yang sehat dan aman untuk keluarga. Selain itu bisa menjadi peluang ekonomi dengan membuat makanan olahan yang bernilai jual. Tentunya makanan olahan tersebut harus memiliki ciri khas dari sisi rasa serta didukung dengan strategi promosi yang bagus. (Humasprotokol)

POLRES MAGETAN GELAR DZIKIR DAN ISTIGHOSAH TNI POLRI DAN ULAMA


Masih dalam rangkaian kegiatan peringatan hari Bhayangkara ke 73, Polres Magetan melaksanakan Dzikir dan Istighosah TNI POLRI ulama. Acara tersebut dilaksanakan di gedung pesat Gatra, Jumat (12/7/2019). Acara dihadiri oleh anggota FORKOPIMDA, jajaran TNI, POLRI, ulama, tokoh masyarakat dan majelis taklim.


Kapolres Magetan, AKBP. Muhammad Riffai, SH, MH menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Serta meningkatkan soliditas TNI POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Magetan. Kapolres berharap semoga kerukunan antar umat beragama tetap terjalin baik, sebagai pondasi mewujudkan situasi kondusif di Magetan.


Bupati Suprawoto menyampaikan semoga POLRI semakin dekat dengan masyarakat serta lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Magetan khususnya. Bupati juga berharap toleransi antar umat beragama terus dipupuk dengan baik, serta sinergitas segenap elemen baik pemerintah, POLRI dan TNI terus terjaga untuk bisa bersama menyatukan langkah mewujudkan Magetan Terdepan. (Humasprotokol)