SUMARNO ‘NAKHODAI’ IPHI MAGETAN

Atas nama ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Propinsi Jawa Timur, Bupati Magetan Dr.Drs.H.Sumantri, MM mengukuhkan pengurus daerah IPHI Kab. Magetan periode 2018-2023. Acara yang berlangsung di Pendopo Surya Graha pada Selasa (29/5/2018) dihadiri oleh Wakil Bupati Magetan, sekretaris IPHI Propinsi Jawa Timur, kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Magetan, serta anggota IPHI se-kabupaten Magetan. Tak kurang 200 undangan hadir pada acara tersebut.

Bupati Sumantri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus daerah yang baru dikukuhkan. Semoga mampu mengemban amanah dalam memimpin organisasi tersebut serta mampu mewujudkan visi dan misi organisasi. Bupati juga berharap IPHI terus menjaga soliditas organisasinya dan bisa menjadi pelopor dalam upaya mempersatukan umat Islam.

MAGETAN KEMBALI RAIH WTP

Prestasi gemilang kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Magetan, dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2017  (empat) kali secara berturut – turut Pemerintah Kabupaten Magetan mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur atas LKPD TA 2017 yang diterima langsung Bapak Bupati MagetanDr.Drs.H.Sumantri,M.Mdan Ketua DPRD Karmini,S.Sosdari Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur dan dihadiri juga Inspektur Kabupaten Magetan pada hari Jum’at (25/5/2018) lalu di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Opini WTP adalah merupakan penilaian terbaik atas hasil pemeriksaan BPK terhadap Kinerja dalam penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Capaian Opini WTP ini merupakan prestasi dari Kabupaten Magetan dalam mempertahankan Opini yang sebelumnya pada Tahun 2014,2015,dan 2016 Kabupaten Magetan juga mendapatkan Opini WTP.Keberhasilan memperoleh opini WTP merupakan komitmen dan Kerja keras yang tinggi seluruh jajaran SKPD Kabupaten Magetan. Karena itu menurut Bupati bahwa opini WTP dimaknai sesuatu yang luar biasa karena Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan telah mampu menjalankan kebijakan akuntansi berbasis akruel dan selain itu capaianini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan dengan seluruh jajaran SKPD memiliki komitmen yang kuat dalam upaya meningkatkan pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih baik.

Selanjutnya atas pencapaian Opini WTP ini akan dijadikan pendorong semangat dan motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Magetan beserta jajaran SKPD untuk terus meningkatkan kualitas terwujudnya tata kelola keuangan yang baik dan motivasi untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Opini WTP ini merupakan bentuk konkret keseriusan seluruh jajaran SKPD pada Pemerintah Kabupaten Magetan untuk selalu melakukan perbaikan secara menyeluruh, utamanya penyajian Laporan Keuangan Daerah sesuai dengan standart yang ditetapkan dan keandalan Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap peraturan perundang – undangan dalam tata kelola keuangan daerah.

Atas dipertahankannya Opini WTP ini Bupati menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh jajaran SKPD yang telah bekerja keras dan menyelesaikan tindak lanjut secara tuntas atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI dalam waktu yang singkat. Selanjutnya yang lebih penting, kedepan dengan dicapainya Opini WTP atas LKPD Kabupaten Magetan TA 2018, beban / tugas Pemerintah Kabupaten Magetan semakin berat dan harus bekerja lebih keras lagi agar Opini WTP dapat tetap dipertahankan dan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang baik transparan dan akuntabel guna terwujudnya good goverment.

 

Detik Detik Tumpeng Di Larung Di Telaga Sarangan – Gebyar Labuhan Sarangan 2018

Festival Gebyar Labuhan Sarangan Gebyar Labuhan Sarangan 2018 kembali digelar. Agenda tahunan ini merupakan salah satu tradisi rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan dan masyarakat sekitar Telaga Sarangan sebagai salah satu rangkaian kegiatan bersih desa Sarangan yang digelar setiap Jumat Pon bulan Rajab . Diakhir masa jabatan bupati DR.Drs. Sumantri .MM membuat gebrakan dalam upaya untuk memeprkenalkan dan menjadikan sarangan sebagai objek wisata yang terkenal..melalui ajang festival labuhan sarangan 2018 yang digelar mulai jum’at 13 april s.d puncaknya Minggu 15 April 2018.untuk kali pertama ajang yang dijadikan sebagai penyatuan pameran produk unggulan dan wisata unggulan dikemas secara spetakuler diarea telaga sarangan.Pada acara yang berlangsung 3 hari dan puncaknya pada hari minggu 15 April. 2018 ini ditampilkan berbagai produk unggulan kabupaten magetan,tidak kalah serunya berbagai jenis jeruk Pamelo juga di pamerkan dan pengunjung bisa menikmati incip2..secara gratis dalam festival.pamelo yang masih satu rangkaian festival.labuhan sarangan 2018 Bupati magetan DR.Drs.Sumantri.MM menyampaiakan harapannya melalui festival ni kedepan jumlah kunjungan wisata kesarangan semakin meningkat. Serta sarangan lebih dikenal.lagi baik di tingkat regional maupun nasional Bupati juga Optimistis bahwa festival ini akan dijadikan sebagai agenda wisata tahunan Kabupaten Magetan. Sumantri juga berharap sarangan sebagai destinasi utama wisata selain tempat trmpat wisata lainnya yang saat ni terus betkembang dan berbenah bisa menjadikan Magetan semakin terkenal sebagai kota wisata Puncak Festival labuhan sarangan yang yang ditandai dengan pelaksanaan tradisi membawa tumpeng besar dan hasil bumi ketengah telaga untuk kali pertmaa dihadiri oleh perwakilan. Dari kabupaten /kota sejawa timur. serta kabuoaten/ kota. Diluar jawa timur yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dibidang pengembangan sektor pariwisata Festival labuhan sarangan juga menjadi daya magnet tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun regional yang ingin menyaksikan event tahunan di telaga sarangan serta ingin menikmati pemandangan wisata sarangan hal ini terbukti hampir 10 rb wisatawan memadati sarangan pada saat puncak acara berlangsung.

SUBUH “CERIA”

Suara canda gurau anak-anak mewarnai pagi yang masih temaram. Gelak tawa dan canda riang mereka mengusik pagi, menyongsong pagi menyingsing. Seusai melaksanakan sholat subuh mereka bergegas menemui rekan rekannya untuk sekedar jalan pagi menikmati segarnya udara. Hawa sejuk disertai indahnya pemandangan fajar yang mulai menyingsing memanjakan mata yang melihatnya.
Pemandangan tersebut acap kali dapat kita lihat saat Ramadhan. Anak anak, remaja bahkan orang tua
menikmati suasana pagi dengan berjalan pagi. Aktivitas tersebut selain membuat badan lebih bugar juga
menjadi sarana refreshing sejenak untuk mengobati kepenatan.
Ada pemandangan unik lagi, ada beberapa anak yang membawa meriam bambu (long bahasa jawa).
Meriam tersebut terbuat dari bambu yang sudah tua dengan panjang 2-3 meter. Sekat antar ruas
bambu dihilangkan, menyisakan bagian pangkal yang diberi lubang kecil. Kemudian diisi dengan karbit
kemudian disulut. Suara meriam yang menggelegar memecahkan hening pagi. Suasana makin seru
tatkala mereka beradu meriam, meriam paling keras suaranya yang akan menang.
Aktivitas tersebut berangsur berakhir tatkala matahari mulai meninggi. Mereka kembali ke rumah
masing masing. Esok pagi aktifitas tersebut akan terus berulang hingga ramadhan usai.

NGABUBURIT DI PUJASERA MAGETAN

Momen ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang berjualan di alun alun Magetan.
Mereka mengais pundi pundi rupiah dengan dengan berjualan aneka makanan dan minuman untuk
berbuka puasa. Tidak hanya sayur, aneka lauk juga aneka jajanan yang akan memanjakan lidah anda
setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Pujasera mulai ramai pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Selain itu aneka permainan anak juga tersedia di situ. Sehingga pujasera layak menjadi wisata keluarga.
Indah salah seorang pedagang menuturkan sangat bersyukur bisa berdagang di pujasera. Ia mengatakan
tiap berdagang mulai jam 3 hingga menjelang waktu berbuka omset jualannya bisa mencapai ratusan
ribu rupiah. Bahkan sebelum maghrib tiba dagangannya sudah habis terjual.
Sementara itu, salah Rike salah seorang pengunjung menuturkan ia berkunjung ke pujasera sudah
menjadi rutinitas untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka. Ia juga senang karena bisa
membeli beraneka menu berbuka dengan banyak pilihan dan harga yang tak menguras kantong.

NGAJI BAENG SYEH ALI JABER

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan serta untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,
takmir masjid Baitussalam mengelar pengajian akbar pada hari Jumat, 18 Mei 2018. Acara yang bertajuk Ngaji dan
Buka Puasa Bareng tersebut menghadirkan Syeikh Ali Jaber, Imam dan Guru Hafidz Al Quran di Masjid Nabawi
Madinah. Tak pelak kehadiran syeikh ali jaber disambut animo luar biasa warga Magetan yang memenuhi masjid.
Dalam tausyiahnya Syekh Ali Jaber menyampaikan perlunya menjaga situasi aman dengan kebersamaan. Meskipun
berbeda agama, suku maupun lainnya. Karena rasa aman merupakan suatu kenikmatan.
Di tengah gencarnya ancaman dan.berbagai kerawanan, beliau mengajak umat Islam untuk tidak terprovokasi.
Selalu waspada serta peka terhadap perubahan sosial di lingkungan sekitar. Beliau juga berpesan Tugas keamanan
negara indonesia bukanlah tugas dari aparat keamanan TNI dan Polri saja, tapi tugas kita semua.
Antusiasme jamaah tak juga surut hingga tausyiah selesai. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama seluruh
jamaah.