186 ANAK IKUTI KHITAN MASAL

Sebagai wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Magetan di bidang sosial dan upaya menbantu keluarga kurang mampu, Dinas Sosial Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan menyelenggarakan Khitanan Masal pada hari Selasa, 31 Juli 2018. Acara pembukaan dilaksanakan di Pendopo Surya Graha sedangkan pelaksanaan khitan dilaksanakan di Gedung KORPRI.

Plt. Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Sucipto, SH, M.Hum menjelaskan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membantu warga kurang mampu di kabupaten Magetan. Khitan masal diikuti 186 anak dari 17 kecamatan di kabupaten Magetan. Terbanyak dari kecamtan Karas sejumlah 71 anak. Dari total 18 kecamatan di kabupaten Magetan, ada 1 kecamatan yang tidak mengirimkan peserta.

Sementara itu Plh. Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Bambang Trianto, MM menuturkan menyambut baik acara tersebut, sebagai implementasi nilai kesetiakawanan sosial. Bambang berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif tidak hanya dari segi agama tetapi juga dari segi kesehatan.

Saat peninjauan langsung nampak wajah – wajah polos nan lugu dari para peserta khitan. Ada beberapa anak yang histeris ketakutan sebelum mengikuti khitan, sehingga orang tua dan keluarganya  berupaya menenangkan. Namun ada seorang peserta yang bernama Hafid (usia 7 tahun) dari kecamatan Karas yang justru nampak tenang, berani dan tidak ada raut wajah takut sedikitpun..

 

395 CJH MAGETAN BERANGKAT KE TANAH SUCI

 

Isak tangis haru mengiringi langkah para Calon Jamaah Haji (CJH) asal Magetan yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Mereka diberangkatkan oleh Plh. Bupati Magetan di pendopo Surya Graha pada Jumat, 27 Juli 2018 dini hari (pukul 03.00 WIB).

Plh. Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Bambang Trianto,MM menyampaikan doa dan harapan semoga para Calon Jamaah Haji dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan nantinya saat kembali ke tanah air bisa menjadi haji yang mabrur. Selain itu para CJH diminta untuk ekstra menjaga kesehatan karena cuaca ekstrem di tanah suci.

JCH asal Magetan (kloter 34) diberangkatkan menggunakan 9 bus menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Diperkirakan sampai di asrama Haji Pukul 08.00 WIB, singgah sementara menunggu jadwal penerbangan besok (28/7/2018) pukul 06.00 WIB. Selama melaksanakan ibadah haji, CJH akan didampingi oleh Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), selain itu ada personel Tim Pendamping Haji Indonesia (TPIHI) dan juga tim paramedis.

CJH yang diberangkatkan tahun ini adalah pendaftar haji periode April-November 2010. CJH Termuda yaitu Adimas Yoga Kusuma usia 20 tahun warga kelurahan Selosari, Magetan. Sedangkan CJH tertua yaitu Sukarni usia 82 tahun, warga desa/kecamatan Sukomoro.

 

MASA JABATAN BERAKHIR, BUPATI PAMITAN

Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Dr.Drs. H. Sumantri, MM dan H. Samsi berakhir pada 23 Juli 2018. Mengakiri masa jabatannya Bupati Sumantri dan Samsi mengambil apel terakhir kalinya sekaligus berpamitan pada Senin, 23 Juli 2018.

Tak pelak suasana haru pun menyeruak tatkala Bupati Sumantri mulai menyampaikan sambutannya.

Bupati Magetan yang sekaligus bertindak sebagai pengambil apel menyampaikan  ucapan terima kasih kepada seluruh ASN di pemkab Magetan utamanya di lingkup Sekretariat Daerah, atas kerjasama dan loyalitas selama ini. Prestasi yang telah diraih selama 10 tahun masa kepemimpinannya untuk dipertahankan, diteruskan dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi ke depan.

Di akhir sambutannya bupati Sumantri berpesan kepada seluruh ASN untuk terus bekerja dengan baik, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Komitmen bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Aplikasikan sesanti “ Magetan Kumandhang Yen Kabeh Tumandhang “ dengan kerja sama dan kerja nyata seluruh pihak.

 

 

 

 

BUPATI “SAMBANGI” WARGA PINGKUK, BENDO

Bupati Sumanti bersama wakil Bupati Samsi di akhir masa jabatannya menyempatkan diri untuk “menyambangi” warga desa Pingkuk, kecamatan Bendo. Acara tersebut dikemas salam acara Sambang Desa yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sambang Desa juga bertepatan pula dengan peringatan Bulan Bahakti Gotong Royong Masyarakat ke-XV, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 dan Hari Koperasi ke-71.

Bupati Sumantri menyambut baik acara tersebut. Sambang Desa menjadi media bagi pemerintah bisa menyapa dan bertemu langsung dengan masyarakat. Bupati juga bangga dengan kinerja seluruh OPD yang telah berupaya maksimal melaksanakan program untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Drs. Iswahyudi Yulianto, M.Si menuturkan Sambang Desa juga sebagai wadah bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mempromosikan produknya. Hal tersebut tampak dari stan UKM yang menjajakan produknya pada acara tersebut. Berbagai varian makanan olahan seperti olahan jamur, keripik, jamu dsb bisa dibeli dengan harga yang relatif terjangkau.

Sebagai puncak acara, warga setempat disuguhkan dengan hiburan wayang semalam suntuk dengan Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas.

 

 

 

MASJID AGUNG BAITUSSALAM DIRESMIKAN

Gema kalimat takbir mengiringi pengguntingan pita menandai diresmikannya Masjid Agung Baitussalam oleh Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Sumantri, MM pada hari Selasa, 17 Juli 2018. Segenap undangan yang hadir turut haru dengan acara peresmian tersebut.

Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Sumantri, MM dalam sambutannya menyampaikan turut berbahagia dengan diresmikannya masjid Agung Baitussalam. Bupati Sumantri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu dalam pembangunan masjid kebanggaan warga Magetan tersebut. Bupati berharap masjid Agung  Baitussalam bias menjadi tempat kebajikan dan kemaslahatan umat, bisa menjadi pusat pengembangan dan pengkajian Islam di kabupaten Magetan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku ketua panitia pembangunan masjid Agung  Baitussalam menjelaskan secara konstruksi terdiri dari dua lantai. Lantai pertama seluas 1500 m2, lantai kedua seluas 1100 m2 dan halaman depan seluas 175 m2. Dengan daya tampung jamaah 3200 jamaah. Sedangakan dari sisi anggaran, pembangunan tersebut menggunakan 2 sumber yaitu APBD untuk bangunan induk dan kas masjid yang dikelola takmir yang digunakan untuk membangun menara di sisi kiri kanan masjid. Untuk nilai anggaran yang berasal dari  APBD tahun 2013 : Rp. 1.007.000.000,-, tahun 2014 : Rp. 2.225.000.000,-, tahun 2015 : Rp. 6.758.000.000,- dan tahun 2016 : Rp. 6.800.000.000,-. Sehingga total keseluruhan dana yang berasal dari APBD senilai Rp. 17.197.480.000,-.

Masjid Agung Baitussalam Kabupaten Magetan, beralamat di Jl. Basuki Rahmat Barat No. 3 Magetan. Masjid ini didirikan pada tahun 1886 Masehi, 1553 Hijriyah. Sementara dalam tahun saka tidak terbaca, kesemuanya tertera dalam lukisan/pahatan yang menempel pada tiga buah pintu bagian dalam masjid. Sekarang ketiga pintu sudah tidak digunakan lagi, melainkan menjadi peninggalan sejarah masjid. Pembangunan tersebut dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Raden Mas Arjo Hadipati Soerodiningrat yang menjabat pada tahun 1862-1887 masehi.

Bangunan pertama masjid ini berbentuk joglo limas, dengan empat buah tiang utama dari kayu jati. Ke empat tiang utama ini masih ada sampai sekarang yang masing-masing memiliki ukuran 134 CM2 dan tinggi masing-masing +/- 20m. Dan masih ada pula 12 tiang jati yang berukuran 48cm2 serta tinggi +/- 15m. Adapun beberapa peninggalan dari bangunan awal masjid ini adalah tiga buah pintu dalam yang diukir serta satu buah bedug berdiameter 110cm.

Adapun sampai saat ini masjid sudah mengalami rehab beberapa kali, rehab pada tahun 1993. Yaitu pada masa bakti bupati Drs. H. Soedarmono. Dan sekarang tengah mengalami masa rehab kembali pada masa bakti bupati Dr.Drs. H. Sumantri, MM yang usai pengerjaannya pada tahun 2016 lalu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HARI JADI KOPERASI, TONGGAK REFORMASI TOTAL KOPERASI

 

Upacara Hari Koperasi Indonesia ke 71 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magetan pada hari Selasa, 17 Juli 2018 terasa berbeda. Upacara tersebut menjadi momen terakhir kalinya Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Sumantri, MM bertindak selaku inspektur upacara (irup). Karena pada tanggal 23 Juli nanti masa jabatan Bupati Sumantri akan berakhir.

Adapun tema Hari Koperasi Indonesia ke 71 yaitu Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Anggota Forkopimda, Wakil Bupati, segenap pimpinan OPD, insan koperasi se-kabupaten Magetan turut pada upacara tersebut.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam sambutan yang dibacakan oleh Bupati Magetan menyampaikan sejalan dengan program Presiden RI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, koperasi memiliki fungsi strategis. Untuk mewujudkan fungsi tersebut Presiden telah mengintruksikan untuk melakukan Reformasi Total Koperasi dengan melaksanakan tiga hal. Reorientasi koperasi yang mengorietasikan pada kualitas bukan pada kuantitasnya.  Rehabilitasi Koperasi yang dimulai dengan membuat database seluruh koperasi di Indonesia sebagai langkah awal pembenahan. Pembenahah Koperasi sebagai langkah akhir dalam reformasi total koperasi.

POLRES MAGETAN GELAR UPACARA HUT BHAYANGKARA KE 72

Menandai puncak peringatan HUT Bhayangkara ke 72, Polres Magetan menggelar upacara di halaman Mapolres Magetan pada hari Rabu (11/7/2018). Upacara diikuti oleh segenap anggota FORKOPIMDA, jajaran Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Magetan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Presiden RI dalam sambutan yang disampaikan oleh Kapolres Magetan, AKBP Muslimin menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pelaksanaan pilkada serentak secara nasional relatif aman dan kondusif. Presiden juga berpesan seluruh anggota POlri untuk terus menjaga loyalitas dan profesionalitas dalam bekerja, menciptakan situasi dan kondisi kondusif secara nasional.

Sementara itu, Kapolres Magetan, AKBP Muslimin menuturkan pihaknya bersama jajaran berupaya maksimal dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di kabupaten Magetan. Pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Di akhir acara, peserta upacara disuguhkan berbagai atraksi antara lain devile kendaraan operasional dan polisi cilik. Serta atraksi freestyle anggota Satlantas Polres Magetan yang membuat para penonton berdecak kagum.

MAGETAN TUAN RUMAH FESTIVAL WIRAKARYA KAMPUNG KELIR PRAMUKA 2018

Sebuah kebanggaan tersendiri  Magetan kembali menjadi tuan rumah sebuah even akbar.  Even tesebut adalah even kepramukaan akbar yang digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Gelaran tersebut berjuluk Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018 yang dilaksanakan selama tiga hari mulai Jumat s/d Minggu (6-8 Juli 2018). Tak kurang 1000 anggota Pramuka penegak se-provinsi Jawa Timur berpartisipasi pada gelaran tersebut. Mereka adalah pelajar SMS/SMK anggota pramuka dari beberapa daerah antara lain Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi dan Magetan sendiri. Sedangkan lokasi yang dipilih adalah RT 1, 2 dan 3, RW 02, Kelurahan Selosari yang akan “disulap” menjadi kampung warna.

Kepala Bagian Bina Muda Kwarda Jawa Timur, Kakak Tatik Irawati menuturkan dipilihnya Magetan karena memiliki kepadatan rumah yang tinggi. Selain itu , memiliki potensi home industry kulit dan wisata air Jurang Mangu yang apabila dikembangkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Selain melakukan pengecatan, para anggota pramuka juga mempercantik beberapa fasilitas umum dilingkungan tersebut. 1000 anggota pramuka penegak tersebut akan dibagi menjadi 100 kelompok, setiap kelompok yagn terdiri dari 10 anggota akan mempercantik satu rumah. Kak Tatik juga menjelaskan para anggota sebelumnya telah mendapatkan pembekalan terkait teknik mengecat. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan untuk mensosialisasikan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga.

Lurah Selosari, Yudo Wahyono dan warganya menyambut antusias acara tersebut. Program tersebut menajadikan Selosari tampak indah, bagus dan nyaman. Harapan ke depan semoga Selosari menjadi destinasi wisata kreatif di kabupaten Magetan.

GOWES BARENG HUT BHAYANGKARA KE 72

Ratusan “pegowes” memadati jalan Basuki Rahmat Selatan pada hari Jumat (6/7/2018). Nampak antusiasme luar biasa dari para pecinta olahraga sepeda yang akan mengikuti sepeda santai dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 72. Acara tersebut diikuti oleh segenap jajaran Polres Magetan, Kodim 0804, TNI AU, Pemkab Magetan, Bank Jatim, Ekadharma, dan pecinta olahraga sepeda di kabupaten Magetan.

Kapolres Magetan, AKBP Muslimin dalam sambutan pemberangkatan sepeda santai menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian peringatan HUT Bahayangkara ke 72. Selain itu sebagai upaya untuk memasyarakatkan gaya hidup sehat dengan olahraga.

Rute sepeda santai tersebut mengambil start dari depan Pendopo Surya Graha kemudian melalui jalan protokol di seputaran kota dan finish di Mapolres Magetan. Berbagai hadiah telah disiapkan oleh panitia dengan hadiah utama satu buah sepeda motor.