RIBUAN  PESILAT  SH WINONGO PENUHI  GOR KI MAGETI

 

Perguruan silat Setia Hati Winongo Tunas Muda cabang  Magetan menggelar Suran Agung di GOR Ki Mageti pada hari Minggu, 30 September 2018. Pesilat SH Winongo se-antero  Magetan hadir pada gelaran yang biasa dilaksanakan  setahun sekali pada bulan Muharram (Suro) tersebut.

Iring-iringan pesilat datang dari berbagai penjuru  untuk menghadiri  acara tersebut. Meskipun mereka datang dalam jumlah banyak namun situasi dan kondisi tetap aman terkendali. Tim pengamanan dari Polres Magetan juga tetap siaga untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Budiono  Prawiro Utomo, kepala cabang Magetan SH Winongo Tunas Muda menuturkan Suran Agung adalah momentum untuk lebih meningkatkan kerukunan antar anggota serta meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan bukan menjadi pemecah namun menjadi modal awal untuk mempersatukan, perbedaan menjadi warna dalam kebhinnekaan.

Bupati Suprawoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa perbedaan adalah harmoni dalam bingkai persatuan. Tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa, antisipasi segala isu yang mengancam persatuan  nasional. Bupati  juga mengajak seluruh elemen masyarakat Magetan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Magetan SMART. Di akhir sambutannya Bupati  berpesan kepada para peserta suran agung untuk menjaga ketertiban dan keamanan di jalan.

KANG WOTO HADIRI TABLIGH AKBAR AISYIAH

 

Bupati Magetan, Dr.Drs. H. Suprawoto, SH, M.Si menghadiri  Tabligh Akbar Aisyiah yang dilaksanakan di gedung PGRI pada hari Minggu, 30 September 2018. Acara tersebut mengusung tema Peran Aisyiah dalam meningkatkan kualitas perempuan yang berkemajuan.

Bupati Suprawoto dalam sambutannya  berpesan lembaga Aisyiah dan Muhammadiyah agar lebih maju lagi sebagai lembaga yang mampu nenyelesaikan masalah. Lembaga pendidikan Aisyiah mampu mendidik generasi emas Indonesia, para penerus bangsa .Diharapkan pula pendidikan usia dini seperti paud mulai mengajarkan  kearifan lokal yang mengajarkan sopan santun, serta mengenalkan  kembali permainan-permainan tradisional yang saat ini kurang dikenal oleh  anak-anak. Bupati Magetan mengapresiasi peran wanita saat ini telah mampu jadi penopang besar perekonomian keluarga.

Di akhir acara juga dilaksanakan penyerahan tali asih berupa plakat tabligh akbar.

FESTIVAL SERIBU TUMPENG DI BUMI GENILANGIT

Geliat aktifitas warga desa Genilangit mulai terlihat sejak fajar menyingsing. Mereka bahu membahu melaksanakan tugas sesuai arahan dari panitia. Tak terlihat raut wajah letih untuk menyiapkan sebuah gelaran besar di desa tersebut.

Gelaran tersebut berjuluk FESTIVAL SERIBU TUMPENG yang dilaksanakan pada hari sabtu, 28/9/2018. Tahun ini festival tersebut diselengarakan untuk kedua kalinya. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, gelaran tahun ini dikemas kian menarik dan atraktif.
Tiap RT di desa Genilangit diwajibkan untuk membuat tumpeng beserta lauk pauk lengkap. Selain itu juga ada gunungan hasil bumi warga setempat yang juga akan turut diarak. Kemudian semua tumpeng dikumpulkan di balai desa Genilangit ,kemudian akan diarak menuju Taman Wisata Genilangit.
Parno, kepala desa Genilangit menuturkan bahwa gelaran tersebut ddilaksanakan sebagai rangkaian acara bersih desa dan ungkapan syukur atas limpahan rejeki yang Tuhan berikan kepada warga setempat. Genilangit dikaruniai kesuburan tanah sehingga sangat ideal untuk pertanian utamanya sayur. Festival tumpeng dikemas sedemikian rupa menjadi kemasan wisata yang menarik dengan harapan mampu menyedot animo penonton dari berbagai daerah. Sehingga secara tidak langsung juga turut mempromosikan potensi wisata Genilangit, salah satunya Taman Wisata Genilangit yang menjadi ikon desa.
Bupati Suprawoto yang pada kesempatan tersebut berkenan hadir sangat antusias dengan gelaran tersebut dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan kedepan untuk agar lokasi wisata Geni langit membudayakan bebas plastik di area lokasi wisata yang bisa menjadi ciri khas tersendiri.Dalam kesempatan yang sama.Bupati Menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan kemanfaatan Hutan untuk rakyat.
Parade 1000 tumpeng sendiri merupakan upaya desa setempat yang selaras dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian warga. Diharapkan desa lain di Magetan mampu mengoptimalkan potensi desa utk menjadi ikon yang bernilai jual.
Mengakhiri acara Parade tumpeng diadakan genduri dengan menu seribu tumpeng yang di bawa oleh warga masyarakat Genilangit
(Ek/jul/rif/Humas dan Protokol)

KURANGI “KECANDUAN ” MEDSOS, KANG WOTO AKAN BERIKAN RUANG LITERASI YANG MENARIK

 

Terobosan yang menarik akan  di lakukan oleh Bupati Suprawoto dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan generasi muda pada medsos, tanpa mengurangi hak-hak mereka untuk mendapatkan informasi informasi terkini.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan memperbaiki dan menciptakan perpustakaan yang menarik minat baca  untuk dikunjungi oleh pelajar maupun masyarakat umum.

Selain itu pemanfaatan alun-alun sebagai sarana tempat membaca yang nyaman seperti kota-kota besar di Eropa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Bupati Suprawoto dalam menumbuhkan kembali minat baca buku pada generasi muda. Ide dan gagasan tersebut disampaikan Kang Woto saat bertindak sebagai narasumber pada acara Dialog Publik Terbuka dalam rangka untuk merawat Kebhinekaan untuk Indonesia Damai dan Sejahtera yang dilaksanakan di Gedung PGRI beberapa saat yang lalu. (ek/arf/dj/gtm/humasprotokol)

SERASA REUNI, BUPATI SUPRAWOTO HADIRI DIALOG PUBLIK KEMENTRIAN KOMINFO

Mantan Sekretaris Kementerian Kominfo RI yang saat ini menjabat sebagai Bupati Magetan hadir sebagai narasumber dalam dialog Publik yang di laksanakan oleh Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI.

Acara yang dilaksanakan dalam upaya untuk merawat kebhinekaan untuk Indonesia damai dan sejahtera berlangsung di Gedung PGRI, Jum’at 28 September 2018 ini juga dihadiri oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo RI, Dra. Rosalita Niken Widyastuti, M.Si.

Dalam sambutannya Dirjen mengajak kepada semua elemen yang berkecimpung di media online untuk lebih bijak dalam memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi yang aktual dan berdasarkan fakta serta menghindari penyebaran HOAX. Selain itu media online diharapkan dapat dipakai sebagai sarana untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengembangan usaha.

Masih dalam kesempatan yang sama Rosalita juga mengajak kepada penguna medsos untuk mengunakan medsos secara bijak, hindari ujaran kebencian dan hal-hal yang berpotensi untuk memecah belah persatuan Indonesia.

Dialog publik yang juga dihadiri oleh perwakilan Osis dari sejumlah sekolah di Kab. Magetan merupakan rangkaian kegiaatan Kementrian Kominfo RI di Magetan dalam upaya untuk mengkampayekan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan media sebagai sarana untk mempererat persatuan diatas kemajemukan bangsa.

Pada bagian lain Bupati Magetan yang juga mantan pejabat di Kementrian Kominfo RI mengatakan untuk menuju Magetan yang modern dan maju harus ada kemauan untuk merubah mindset, perubahan kehidupan yang berbasis teknologi adalah kenyataan yang harus diterima untuk menuju masyarakat yang maju.

Dalam kesempatan itu juga bupati mengajak generasi muda untk memberikan kritik saran yang konstruktif untuk kemajuan Magetan. Pada kesempatan yang sama Bupati Magetan mengapresiasi ide dibentuknya desa publisher yang merupakan ide dari KIM dan relawan TIK. (Ek/Arf/Dj/Gtm/Humas Protokol).

BUPATI MAGETAN BERDISKUSI DENGAN GURU RA

Suasana kekeluargaan dan jauh dari kesan protokol, itu yang tergambar dalam pertemuan antara Bupati Magetan Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si dengan Iktaan Guru Raudhatul Athfal Karas, yang diwakili Ketua IGRA Karas Kholis Jannatin, S.Pd.I dan Erwin Yulias Diana, S.Pd.I.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati pada hari Jum’at, 28 September 2018 itu Bupati Magetan dengan seksamana mendengar keluhan dan “curhat” Pendidik Anak Usia Dini ini. Permasalahan kesejahteraan dan tantangan dalam pengabdian dan pengembangan pendidikan juga diutarakan perwakilan IGRA.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 30 menit yang dimulai pukul 07.45 s.d 08.15 WIB. Bupati Magetan memberikan apresiasi yang tinggi terkait dengan komitmen para guru yang tergabung di IGRA, meski honor yang mereka masih jauh dari cukup mereka tetap semangat untuk menyiapkan calon-calon generasi emas Indonesia.
“Pemerintah akan terus berupaya untuk terus meingkatkan kesejahteraan Guru Non PNS sperti halnya yang tergabung dalam IGRA sesuai dengan kemampuan keuangan Daerah” ujar Kang Woto. Untuk Bupati Mengajak para guru yang tergabung di IGRA untuk bisa bersama sama membangun dan menata Magetan yg lebih baik dengan harapan kedepan PAD meningkat dan selanjutnya dapat memberikan tambahan bagi peningkatan kesejahteraan khususnya guru non PNS yang tergabung dalam IGRA.
( Humas &Protokol)

RIBUAN BOLU JADI REBUTAN WARGA

Ribuan warga tumpah ruah di alun-alun Magetan sejak tengah hari. Meskipun panas menyengat tak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan prosesi Kirab Nayaka Praja Andhum Berkah Bolu Rahayu yang digelar pada hari Kamis, (27/9/2018).

Prosesi kirab mengambil start di depan GOR Ki Mageti. Kue bolu yang disusun sedemikian rupa berbentuk gunungan, Lesung dan Bedhug turut diarak dengan dikawal pasukan berkuda. Dan dibelakangnya para Nayaka Praja (Pejabat pemerintah) menunggang kuda berarak mengiringi kereta kencana yang dinaiki Bupati beserta ibu dan Wakil Bupati beserta bapak. Kirab melalui rute start depan Pendopo Surya Graha – Jl. Basuki Rahmat Barat – Gandong III – Jl. Ayani – Jl. Bangka – Jl. MT Haryono – Jl. Yos Sudarso – Gandong I – Jl. Basuki Rahmat Utara – Jl. Basuki Rahmat Timur – Jl. Basuki Rahmat Selatan – Finish Depan Pendopo Surya Graha.

Kirab Nayaka Praja yang telah menyusuri jantung kota Magetan kemudian diarak menuju  alun-alun Magetan dimana ribuan warga telah menunggu prosesi puncak Andhum Berkah Bolu Rahayu. Saat prosesi puncak dimulai, ribuan warga berebut roti bolu untuk dibawa pulang. Tak pelak suasana berubah menjadi riuh.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Magetan, Ir. Bambang Setyawan, MM menyampaikan bahwa  prosesi Kirab Nayaka Praja Andhum Berkah Bolu Rahayu merupakan agenda tahunan untuk mempringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H. Sebelumya pemkab juga menggelar Festival Musik Ledhug 2018 yang juga sebagai ajang untuk melestarikan seni tradisi Magetan.

Sementara itu Bupati Magetan, Dr.Drs.H.Suprawoto, SH, M.Si sangat antusias dengan gelaran tersebut. Kesempatan pertama mengikuti gelaran tersebut menjadi pengalaman luar biasa bagi orang nomor satu di kabupaten Magetan tersebut.

 

.

 

 

WUJUDKAN MAGETAN SMART

 

            Gubernur Jawa Timur, Dr.H.Soekarwo menghadiri Serah Terima Jabatan Bupati Magetan dan Penyampaian Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Magetan Masa Jabatan 2018-2023. Acara tersebut dikemas dalam rapat paripurna istimewa yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Magetan pada hari Rabu, 26/9/2018.

Acara diawali dengan pendatanganan berita acara serah terima jabatan dari Pj. Bupati Magetan, Dr. Gatot Gunarso,MM, M.Hum kepada Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Suprawoto, SH, M.Si.

Dalam pemaparan visi misinya, Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Suprawoto, SH, M.Si menyampaikan untuk visi Kabupaten Magetan dalam 5 (lima) tahun kedepan adalah “ MASYARAKAT MAGETAN YANG SMART SEMAKIN MANTAB DAN LEBIH SEJAHTERA ”

VISI tersebut akan ditopang oleh MISI diantaranya :

  1. Meningkatkan percepatan dan perluasan pembentukan Sumberaya manusia yang Smart (Sehat, Maju, Agamis, Ramah dan Terampil)
  2. Meningkatkan perekonomian daerah melalui keberpihakan dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro sebagai pilar ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan masyarakat desa sebagai basis sekaligus ujung tombak pembangunan daerah.
  3. Mengoptimalkan pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  4. Memantapkan ketercukupan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana dan fasilitas bagi kegiatan pelayanan masyarakat.
  5. Mengembangkan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan manajemen pemerintahan yang bersih, profesional dan adil.

Sedangkan program prioritas difokuskan pada 6 (enam) program unggulan, yaitu :

  1. Penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) dengan penerapan sistem perencanaan, penganggaran dan manajemen pemerintahan yang baik.
  2. Penyediaan dan pengembangan SDN yang SMART (Sehat Maju Agamis Ramah dan Terampil)
  3. Pengembangan potensi daerah melalui Triple Agro yang sinergis (agroindustri, agrobisnis, dan agrowisata)
  4. Pembinaan dan pemberdayaan koperasi untuk semakin sehat dan usaha mikro (UM) untuk naik kelas (menjadi usaha kecil)
  5. Peningkatan keberpihakan terhadap kegiatan investasi daerah yang ramah dan menarik investasi (friendly area and attractive investment).
  6. Pemberdayaan desa mandiri dan tangguh dimana masing-masing desa difasilitasi dengan pembinaan dan pembangunan untuk mempercepat desa menjadi desa agro industri, atau desa agro bisnis, atau desa agro wisata.

Bupati Suprawoto menuturkan sumpah jabatan yang telah ia ucapkan memiliki makna spiritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai tujuan bersama dalam membangun Magetan. Kini saatnya menyatukan hati dan pikiran, menyingsingkan lengan baju, saatnya bersama-sama melanjutkan kerja nyata, yakni mencapai dan mewujudkan masyarakat magetan yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja. Bupati Suprawoto yakin dengan dukungan motivasi dan harapan masyarakat Magetan, ia mampu muwujudkan visi misinya.

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo dalam sambutannya berpesan semoga Bupati dan Wakil Bupati yang telah dilantik mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk muwujudkan masyarakat Magetan yang sejahtera.

 

 

Pj. BUPATI PAMITAN

            Berakhir sudah masa jabatan Dr. Gatot Gunarso,MM, M.Hum sebagai Pelaksana Jabatan (Pj) Bupati Magetan. Mengakhiri masa tugasnya, Kepala Bakorwil Madiun tersebut berpamitan secara langsung saat apel pagi di Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan pada hari Rabu, (26/9/2018).

Dalam sambutan saat apel pagi tersebut, Gatot Gunarso menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan baik dan kerjasama seluruh pihak dan jajaran selama beliau melaksanakan tugas sebagai Pj. Bupati Magetan. Kesan mendalam beliau rasakan dengan kondisi kota Magetan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk seperti daerah perkotaan.

Diakhir  sambutannya, Gatot Gunarso berpamitan untuk kembali bertugas menjadi Kepala Bakorwil Madiun. Namun Gatot berpesan untuk tetap menjaga silaturahmi dan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini.

Dr.Gatot Gunarso,MM,M.Hum dilantik oleh Gubernur Jawa Timur sebagai  Pj. Bupati Magetan pada Jumat (3/8/2018) lalu di Gedung Grahadi, Surabaya. Masa jabatan Gatot Gunarso berakhir setelah dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Magetan pada hari Senin, 24 September 2018.

 

 

 

FESTIVAL MUSIK LEDHUG, UPAYA LESTARIKAN MUSIK TRADISI

 

 

            Musik Ledhug (Lesung dan Bedhug) adalah salah satu seni budaya tradisi khas Magetan. Pada awalnya musik tersebut hanya terdiri dari Lesung dan Bedhug dan diiringi dengan alat musik pelengkap tradisional seperti kentongan. Namun pada perkembangannya aransemen musik tersebut diolah sedemikian rupa mejadi sajian musik yang atraktif.

Sebagai ajang  unjuk kreasi musik Ledhug, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Budaya menggelar Festival Musik Ledhug 2018. Gelaran tersebut diselenggarakan di alun-alun Magetan pada hari Selasa, (25/9/2018). 18 sanggar perwakilan kecamatan se-kabupaten Magetan berkopetisi untuk memberikan penampilan terbaiknya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Magetan, Ir. Bambang Setyawan, MM menuturkan gelaran tersebut dilaksanakan sebagai upaya melestarikan seni budaya khas Magetan. Selain itu untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Sementara itu Bupati Magetan, Dr.Drs.H.Suprawoto, SH, M.Si menyambut baik dan mengapresiasi gelaran tersebut. Pada sambutannya Bupati Suprawoto menuturkan bahwa musik Ledhug adalah musik tradisi yang sudah ada sejak jaman dulu. Pada awalnya Lesung adalah alat menumbuk padi, namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai alat musik. Anak jaman sekarang mungkin tidak tahu apa itu Lesung dan apa fungsinya, semoga dengan gelaran tersebut bisa menjadi sarana edukasi juga bagi para generasi muda. Ke depan gelaran tersebut akan dikemas lebih cantik dan menarik lagi.

Festival tersebut mengundang para pengamat seni budaya sebagai juri antara lain Drs. Haryanto, M.Pd (Dosen Etnimusikologi ISI Surakarta), Dr. Aton Rustandi Mulyana, M.Sn (Dosen Etnimusikologi ISI Surakarta) dan Ratna Mestika Sari Putri, S.Pd, M.Sn (Dosen Musik STKW Surabaya).

 

 

1 2