Arsip Kategori: Tak Berkategori

PDAM LAWU TIRTA TERUS MAJU

Pagi ini Rabu, 6/3/2019 Bupati Magetan memberikan pengarahan ke seluruh jajaran Dewan Pengawas, Direksi dan karyawan PDAM Lawu Tirta.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Suprawoto mendorong jajaran PDAM untuk bergerak melakukan perubahan.Untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik tidak saja dibutuhkan orang-orang yang pintar, tetapi lebih dari dibutuhkan orang yang jujur dan disiplin.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa orang yang sukses selalu memiliki kriteria jujur, disiplin, mempunyai jejaring, dan didukung oleh keluarga.Kepada seluruh jajaran PDAM Bupati memberikan semangat bahwa untuk bisa sukses orang harus selangkah lebih maju dari yang lain. (Humasprotokol)

PEMKAB MAGETAN LAUNCHING KASDA ONLINE

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan yang tertib,  transparan dan akuntabel, maka Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Pendapatan,  Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) secara resmi melaunching penerapan aplikasi Kas Daerah (Kasda) berbasis online.

Kasda online ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemkab Magetan,  Bank Jatim dan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Kepala Badan Pendapatan,  Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Dra. Wahyu Saptawati Budi Utami, MM, perwakilan Bank Jatim Cabang Magetan dan seluruh Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengelusran Pembantu se-Kabupaten Magetan.

Dalam kesempatan tersebut Wahyu Saptawati berharap dengan sudah di launchingnya Kasda online ini maka proses penatausahaan keuangan akan lebih cepat,  lebih akurat  serta lebih efisien.

Untuk itu ia mengimbau kepada semua SKPD termasuk kecamatan agar pengelolaan keuangan dilaksanakan secara tertib,  karena hakekatnya penatausahaan keuangan bukan saja membutuhkan kecepatan tetapi juga ketepatan.

(HUMAS  & PROTOKOL)

FESTIVAL SERIBU TUMPENG DI BUMI GENILANGIT

Geliat aktifitas warga desa Genilangit mulai terlihat sejak fajar menyingsing. Mereka bahu membahu melaksanakan tugas sesuai arahan dari panitia. Tak terlihat raut wajah letih untuk menyiapkan sebuah gelaran besar di desa tersebut.

Gelaran tersebut berjuluk FESTIVAL SERIBU TUMPENG yang dilaksanakan pada hari sabtu, 28/9/2018. Tahun ini festival tersebut diselengarakan untuk kedua kalinya. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, gelaran tahun ini dikemas kian menarik dan atraktif.
Tiap RT di desa Genilangit diwajibkan untuk membuat tumpeng beserta lauk pauk lengkap. Selain itu juga ada gunungan hasil bumi warga setempat yang juga akan turut diarak. Kemudian semua tumpeng dikumpulkan di balai desa Genilangit ,kemudian akan diarak menuju Taman Wisata Genilangit.
Parno, kepala desa Genilangit menuturkan bahwa gelaran tersebut ddilaksanakan sebagai rangkaian acara bersih desa dan ungkapan syukur atas limpahan rejeki yang Tuhan berikan kepada warga setempat. Genilangit dikaruniai kesuburan tanah sehingga sangat ideal untuk pertanian utamanya sayur. Festival tumpeng dikemas sedemikian rupa menjadi kemasan wisata yang menarik dengan harapan mampu menyedot animo penonton dari berbagai daerah. Sehingga secara tidak langsung juga turut mempromosikan potensi wisata Genilangit, salah satunya Taman Wisata Genilangit yang menjadi ikon desa.
Bupati Suprawoto yang pada kesempatan tersebut berkenan hadir sangat antusias dengan gelaran tersebut dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan kedepan untuk agar lokasi wisata Geni langit membudayakan bebas plastik di area lokasi wisata yang bisa menjadi ciri khas tersendiri.Dalam kesempatan yang sama.Bupati Menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perhutani yang telah memberikan kemanfaatan Hutan untuk rakyat.
Parade 1000 tumpeng sendiri merupakan upaya desa setempat yang selaras dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor pariwisata, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian warga. Diharapkan desa lain di Magetan mampu mengoptimalkan potensi desa utk menjadi ikon yang bernilai jual.
Mengakhiri acara Parade tumpeng diadakan genduri dengan menu seribu tumpeng yang di bawa oleh warga masyarakat Genilangit
(Ek/jul/rif/Humas dan Protokol)