LANJUTKAN PERJUANGAN PARA PERINTIS KEMERDEKAAN

 

Sebagai wujud nyata penghargaan dan kepedulian kepada para perintis kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar acara Ramah Tamah dengan Para Perintis Kemerdekaan pada hari Senin, 13 Agustus 2018 di Pendopo Surya Graha. Tidak hanya veteran, purnawirawan, wredatama, warakawuri, angkatan 45 tetapi organisasi pemudaan di kabupaten Magetan juga turut diundang. Segenap anggota FORKOPIMDA juga hadir pada acara tersebut.

Pj. Bupati Magetan, Dr. Gatot Gunarso, M.Hum, M.M dalam sambutannya menyampaikan acara tersebut sebagai ajang silaturahmi dengan para perintis kemerdekaan. Selain itu sebagai wujud nyata penghargaan kepada para perintis yang telah berjuang jiwa raga demi menggapai kemerdekaan saat ini. Kepada para generasi muda yang diwakili oleh organisasi kepemudaan yang hadir, Pj. Bupati berpesan untuk melanjutkan perjuangan para perintis dengan belajar, dan berjuang keras untuk ikut membangun Magetan ke depan.

Tantangan ke depan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Magetan semoga bisa terwujud dengan upaya dari Pemerintah Kabupaten Magetan bersinergi dengan masyarakat.

Pada kesempatan itu pula Pj. Bupati Magetan juga menyerahkan bantuan kepada para perintis kemerdekaan sebagai wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Magetan.

PEMKAB GELAR SOSIALISASI e-PURCHASING dan e-KATALOG

Menindaklanjuti pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, Pemerintah Kabuapaten Magetan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Sosialisasi e-Purchasing dan e-Katalog pada hari Rabu (8/8/2018). Acara yang diikuti oleh seluruh OPD di lingkup Pemkab Magetan tersebut dilaksanakan di Ruang Ki Mageti dengan menghadirkan narasumber dari LKKP dan  AYO KLIK.COM.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Magetan, Drs. Suko Winardi saat membuka sosialisasi menuturkan menyambut positif sosialisasi tersebut. Harapannya seluruh peserta yang hadir dapat memahami mekanisme e-Purchasing dan e-Katalog serta ke depan mampu menerapkannya di unit kerja masing-masing.

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang / Jasa mulai diberlakukan 1 Juli 2018. Perubahan kebijakan dalam peraturan tersebut antara lain : tujuan pengadaan, pekerjaan terintegritas, perencanaan pengadaan, konsolidasi, swakelola, repeat order, e-Purchasing, e-Katalog dsb. e-Purchasing adalah tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem catalog elektronik. Sedangkan e-Katalog merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar, merk, jenis, spesifikasi teknis, harga dan jumlah ketersediaan barang/jasa tertentu dari berbagai penyedia. Pengadaan barang dan jasa dengan e-Purchasing dan e-Katalog membuat proses pengadaan menjadi lebih cepat, lebih mudah dan akuntabel.

 

 

 

 

AWALI MASA TUGAS, Pj. BUPATI MAGETAN AMBIL APEL

Setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur pada Jumat (3/8/2018) lalu di Gedung Grahadi, Dr.Gatot Gunarso,MM,M.Hum mengawali masa tugasnya  sebagai Pj. Bupati Magetan dengan mengambil apel di Sekretariat Daerah pada hari Selasa (7/8/2018). Segenap kepala OPD, pejabat eselon dan karyawan-karyawati lingkup Sekretariat Daerah mengikuti apel sekaligus perkenalan tersebut dengan khidmat.

Dr. Gatot Gunarso, M.M, M.Hum menyampaikan roda pemerintahan di kabupaten Magetan harus terus berjalan. Program pemerintahan yang telah direncanakan sebelumnya juga harus tetap dilaksanakan. Oleh karena itu Pj. Bupati berharap kerjasama yang solid dari seluruh pihak dalam mengemban amanah dalam menjalankan roda pemerintahan di kabupaten Magetan.

Hal pokok yang menjadi perhatian antara lain fokus pada pelayanan publik kepada masyakat agar tetap berjalan lancar. Selain itu agenda kegiatan yang harus segera dipersiapkan adalah menyongsong peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan RI.

Setelah apel pagi, Pj. Bupati Magetan akan menggelar rapat staf dengan segenap pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan.

 

 

 

 

CALON PASKIBRA MAGETAN ”DIGEMBLENG” DI SECATA

 

 

Setelah melalui proses seleksi calon Paskibra, terpilih 74 putra-putri terbaik yang akan mengikuti program latihan secara intensif  di Secata Rindam V Brawijaya. Mereka terdiri dari dari 36 putra dan 36 putri yang berasal dari SLTA se-kabupaten Magetan. Calon Paskibra tersebut diserahkan langsung oleh Plh. Bupati Magetan kepada Komandan Secata Rindam V Brawijaya pada Rabu, 1 Agustus 2018. Acara yang berlangsung di aula Secata Rindam V Brawijaya tersebut dihadiri oleh Kapolres Magetan, Forkopimda Perwakilan Lanud Iawahyudi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta kepala sekolah asal siswa.

Plh. Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Bambang Trianto, MM menyampaikan calon Paskibra akan memangku tanggung jawab untuk mengibarkan sangsaka merah putih saat upacara bendera Peringatan HUT Ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengingat tanggung jawab yang berat tersebut, Bambang berpesan kepada para calon paskibra untuk mengikuti latihan dengan serius, disiplin tinggi serta didukung motivasi kuat untuk melaksanakan tanggung jawab.

Letkol Inf. Yudi Prianto Ratu, Komandan Secata Rindam V Brawijaya menyampaikan pihaknya dan jajaran akan melaksanakan amanah untuk membina  dan melatih para calon paskibra. Selama kurang lebih dua minggu pihaknya akan memberikan latihan intensif. Meskipun dalam waktu yang relatif singkat, pihaknya yakin para calon paskibra nantinya dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

 

186 ANAK IKUTI KHITAN MASAL

Sebagai wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Magetan di bidang sosial dan upaya menbantu keluarga kurang mampu, Dinas Sosial Kabupaten Magetan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan menyelenggarakan Khitanan Masal pada hari Selasa, 31 Juli 2018. Acara pembukaan dilaksanakan di Pendopo Surya Graha sedangkan pelaksanaan khitan dilaksanakan di Gedung KORPRI.

Plt. Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Sucipto, SH, M.Hum menjelaskan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membantu warga kurang mampu di kabupaten Magetan. Khitan masal diikuti 186 anak dari 17 kecamatan di kabupaten Magetan. Terbanyak dari kecamtan Karas sejumlah 71 anak. Dari total 18 kecamatan di kabupaten Magetan, ada 1 kecamatan yang tidak mengirimkan peserta.

Sementara itu Plh. Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Bambang Trianto, MM menuturkan menyambut baik acara tersebut, sebagai implementasi nilai kesetiakawanan sosial. Bambang berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif tidak hanya dari segi agama tetapi juga dari segi kesehatan.

Saat peninjauan langsung nampak wajah – wajah polos nan lugu dari para peserta khitan. Ada beberapa anak yang histeris ketakutan sebelum mengikuti khitan, sehingga orang tua dan keluarganya  berupaya menenangkan. Namun ada seorang peserta yang bernama Hafid (usia 7 tahun) dari kecamatan Karas yang justru nampak tenang, berani dan tidak ada raut wajah takut sedikitpun..

 

395 CJH MAGETAN BERANGKAT KE TANAH SUCI

 

Isak tangis haru mengiringi langkah para Calon Jamaah Haji (CJH) asal Magetan yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Mereka diberangkatkan oleh Plh. Bupati Magetan di pendopo Surya Graha pada Jumat, 27 Juli 2018 dini hari (pukul 03.00 WIB).

Plh. Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Bambang Trianto,MM menyampaikan doa dan harapan semoga para Calon Jamaah Haji dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan nantinya saat kembali ke tanah air bisa menjadi haji yang mabrur. Selain itu para CJH diminta untuk ekstra menjaga kesehatan karena cuaca ekstrem di tanah suci.

JCH asal Magetan (kloter 34) diberangkatkan menggunakan 9 bus menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Diperkirakan sampai di asrama Haji Pukul 08.00 WIB, singgah sementara menunggu jadwal penerbangan besok (28/7/2018) pukul 06.00 WIB. Selama melaksanakan ibadah haji, CJH akan didampingi oleh Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), selain itu ada personel Tim Pendamping Haji Indonesia (TPIHI) dan juga tim paramedis.

CJH yang diberangkatkan tahun ini adalah pendaftar haji periode April-November 2010. CJH Termuda yaitu Adimas Yoga Kusuma usia 20 tahun warga kelurahan Selosari, Magetan. Sedangkan CJH tertua yaitu Sukarni usia 82 tahun, warga desa/kecamatan Sukomoro.

 

MASA JABATAN BERAKHIR, BUPATI PAMITAN

Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Dr.Drs. H. Sumantri, MM dan H. Samsi berakhir pada 23 Juli 2018. Mengakiri masa jabatannya Bupati Sumantri dan Samsi mengambil apel terakhir kalinya sekaligus berpamitan pada Senin, 23 Juli 2018.

Tak pelak suasana haru pun menyeruak tatkala Bupati Sumantri mulai menyampaikan sambutannya.

Bupati Magetan yang sekaligus bertindak sebagai pengambil apel menyampaikan  ucapan terima kasih kepada seluruh ASN di pemkab Magetan utamanya di lingkup Sekretariat Daerah, atas kerjasama dan loyalitas selama ini. Prestasi yang telah diraih selama 10 tahun masa kepemimpinannya untuk dipertahankan, diteruskan dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi ke depan.

Di akhir sambutannya bupati Sumantri berpesan kepada seluruh ASN untuk terus bekerja dengan baik, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Komitmen bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Aplikasikan sesanti “ Magetan Kumandhang Yen Kabeh Tumandhang “ dengan kerja sama dan kerja nyata seluruh pihak.

 

 

 

 

BUPATI “SAMBANGI” WARGA PINGKUK, BENDO

Bupati Sumanti bersama wakil Bupati Samsi di akhir masa jabatannya menyempatkan diri untuk “menyambangi” warga desa Pingkuk, kecamatan Bendo. Acara tersebut dikemas salam acara Sambang Desa yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sambang Desa juga bertepatan pula dengan peringatan Bulan Bahakti Gotong Royong Masyarakat ke-XV, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 dan Hari Koperasi ke-71.

Bupati Sumantri menyambut baik acara tersebut. Sambang Desa menjadi media bagi pemerintah bisa menyapa dan bertemu langsung dengan masyarakat. Bupati juga bangga dengan kinerja seluruh OPD yang telah berupaya maksimal melaksanakan program untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Drs. Iswahyudi Yulianto, M.Si menuturkan Sambang Desa juga sebagai wadah bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mempromosikan produknya. Hal tersebut tampak dari stan UKM yang menjajakan produknya pada acara tersebut. Berbagai varian makanan olahan seperti olahan jamur, keripik, jamu dsb bisa dibeli dengan harga yang relatif terjangkau.

Sebagai puncak acara, warga setempat disuguhkan dengan hiburan wayang semalam suntuk dengan Ki Dalang Bayu Aji Pamungkas.

 

 

 

MASJID AGUNG BAITUSSALAM DIRESMIKAN

Gema kalimat takbir mengiringi pengguntingan pita menandai diresmikannya Masjid Agung Baitussalam oleh Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Sumantri, MM pada hari Selasa, 17 Juli 2018. Segenap undangan yang hadir turut haru dengan acara peresmian tersebut.

Bupati Magetan, Dr.Drs.H. Sumantri, MM dalam sambutannya menyampaikan turut berbahagia dengan diresmikannya masjid Agung Baitussalam. Bupati Sumantri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu dalam pembangunan masjid kebanggaan warga Magetan tersebut. Bupati berharap masjid Agung  Baitussalam bias menjadi tempat kebajikan dan kemaslahatan umat, bisa menjadi pusat pengembangan dan pengkajian Islam di kabupaten Magetan.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku ketua panitia pembangunan masjid Agung  Baitussalam menjelaskan secara konstruksi terdiri dari dua lantai. Lantai pertama seluas 1500 m2, lantai kedua seluas 1100 m2 dan halaman depan seluas 175 m2. Dengan daya tampung jamaah 3200 jamaah. Sedangakan dari sisi anggaran, pembangunan tersebut menggunakan 2 sumber yaitu APBD untuk bangunan induk dan kas masjid yang dikelola takmir yang digunakan untuk membangun menara di sisi kiri kanan masjid. Untuk nilai anggaran yang berasal dari  APBD tahun 2013 : Rp. 1.007.000.000,-, tahun 2014 : Rp. 2.225.000.000,-, tahun 2015 : Rp. 6.758.000.000,- dan tahun 2016 : Rp. 6.800.000.000,-. Sehingga total keseluruhan dana yang berasal dari APBD senilai Rp. 17.197.480.000,-.

Masjid Agung Baitussalam Kabupaten Magetan, beralamat di Jl. Basuki Rahmat Barat No. 3 Magetan. Masjid ini didirikan pada tahun 1886 Masehi, 1553 Hijriyah. Sementara dalam tahun saka tidak terbaca, kesemuanya tertera dalam lukisan/pahatan yang menempel pada tiga buah pintu bagian dalam masjid. Sekarang ketiga pintu sudah tidak digunakan lagi, melainkan menjadi peninggalan sejarah masjid. Pembangunan tersebut dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Raden Mas Arjo Hadipati Soerodiningrat yang menjabat pada tahun 1862-1887 masehi.

Bangunan pertama masjid ini berbentuk joglo limas, dengan empat buah tiang utama dari kayu jati. Ke empat tiang utama ini masih ada sampai sekarang yang masing-masing memiliki ukuran 134 CM2 dan tinggi masing-masing +/- 20m. Dan masih ada pula 12 tiang jati yang berukuran 48cm2 serta tinggi +/- 15m. Adapun beberapa peninggalan dari bangunan awal masjid ini adalah tiga buah pintu dalam yang diukir serta satu buah bedug berdiameter 110cm.

Adapun sampai saat ini masjid sudah mengalami rehab beberapa kali, rehab pada tahun 1993. Yaitu pada masa bakti bupati Drs. H. Soedarmono. Dan sekarang tengah mengalami masa rehab kembali pada masa bakti bupati Dr.Drs. H. Sumantri, MM yang usai pengerjaannya pada tahun 2016 lalu.